Ratu di Tepi Senja
Ratu Aislinn berdiri di tebing terjal, gaun sutra birunya berkibar ditiup angin laut yang dingin. Di bawah sana, ombak menghantam bebatuan, suara yang menenangkan sekaligus menyayat hati. Matanya, sebiru safir yang memudar, menatap cakrawala yang kelabu. Ia berharap, ombak-ombak itu bisa menghapus masa lalunya, membasuh pengkhianatan yang membekas di hatinya.
Lima tahun lalu, Aislinn hanyalah seorang putri lugu yang jatuh cinta pada pangeran dari kerajaan tetangga, Pangeran Damien. Senyumnya, manis bagai madu musim semi. Pelukannya, terasa hangat dan melindungi. Janji-janjinya, adalah bintang-bintang yang menuntunnya dalam kegelapan. Namun, semua itu hanyalah ilusi.
Senyum itu kini terasa MENIPU. Pelukan itu ternyata BERACUN. Dan janji-janji itu berubah menjadi BELATI yang menusuk jantungnya ketika ia mengetahui bahwa Damien hanya menginginkan kerajaannya, bukan dirinya. Pernikahan mereka hanyalah alat untuk menaklukkan tanah airnya.
Aislinn, dengan kekuatan yang tak terduga, berhasil menggagalkan rencana jahat Damien. Ia menggantikannya sebagai Ratu, memimpin kerajaannya dengan tangan besi yang terbungkus sutra. Di depan rakyatnya, ia selalu tersenyum, anggun dan tak terkalahkan. Tapi di balik senyum itu, ada luka yang menganga.
Ia tak pernah menunjukkan kesedihannya. Air mata adalah kemewahan yang tak mampu dibelinya sebagai seorang Ratu. Ia menyembunyikan rasa sakit itu di balik balutan gaun-gaun mewah dan perhiasan yang gemerlap. Ia belajar untuk BERTAHAN, bukan untuk MENCINTAI lagi.
Bertahun-tahun kemudian, kabar sampai ke telinganya bahwa Damien, yang diasingkan ke tanah tandus, hidup dalam kemiskinan dan kesepian. Ia kehilangan segalanya: kekuasaan, kekayaan, bahkan harga dirinya.
Aislinn tidak merasakan kebahagiaan mendengar berita itu. Hanya kekosongan. Ia memerintahkan agar Damien diberi sedikit bantuan, cukup untuk bertahan hidup, namun tidak cukup untuk melupakan apa yang telah ia lakukan. Bukan kematian yang ia inginkan, melainkan PENYESALAN yang abadi.
Ia kembali ke tepi laut, senja menyelimuti langit dengan warna jingga dan ungu. Ia membayangkan wajah Damien, bukan yang dulu mempesona, tapi yang kini keriput dan penuh penyesalan. Ia tidak merasa puas. Hanya ada hampa.
Aislinn berbalik, meninggalkan laut dan masa lalunya.
Cinta dan dendam… lahir dari tempat yang sama.
You Might Also Like: Drama Baru Cinta Yang Tak Pernah Sembuh
Post a Comment